Kekurangan TikTok Sebagai Media Digital Marketing

Digital Marketing TikTok

Campus Digital РTikTok merupakan platform sosial media yang saat ini sedang ramai menjadi perbincangan. Sejumlah manfaatnya berhasil menaikkan tingkat Brand Awareness sebuah produk yang Anda promosikan. Namun dari kelebihan tersebut, TikTok juga memiliki kekurangan sebagai media digital marketing. Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memasarkan produk Anda ke platform ini.  Berikut adalah beberapa kekurangan TikTok yang wajib Anda ketahui dan jadikan bahan pertimbangan, yaitu:

Kurang Cocok Dengan Audiens Dewasa

Laporan Monthly Active User (MAU) menyatakan bahwa TikTok memiliki 732 juta pengguna aktif dengan rata-rata penggunanya berusia remaja hingga dewasa awal pada rentang umur 16-24 tahun. Konsep TikTok sebagai media sosial berbasis konten video singkat yang menghibur ini tentu saja menjadi populer di kalangan anak muda.

Jika target pasar atau audiens dari konten produk Anda adalah orang dewasa berusia lebih dari 24 tahun, Anda perlu mempertimbangkan kembali TikTok sebagai media digital marketing produk Anda. Ini karena demografis pengguna TikTok berusia di atas 24 tahun cenderung memiliki waktu yang terbatas untuk mengakses TikTok. Tak hanya itu, seringkali pengguna berusia di atas 24 tahun yang sudah termasuk kategori dewasa hingga orang tua kadang kala tidak mengerti cara kerja aplikasi tersebut.

Algoritma TikTok itu Sendiri

TikTok memang terbukti dapat meningkatkan brand awareness suatu produk. Namun, perlu kita ketahui bahwa TikTok sulit untuk mengkonversikan tingkat brand awareness tersebut ke arah penjualan. Hal ini dikarenakan TikTok sampai saat ini belum memiliki fitur yang dapat menautkan link produk Anda ke situs penjualan secara langsung. Hal ini yang kemudian menyebabkan sulitnya untuk mendorong penjualan atau klik melalui TikTok.

Baca juga Mengapa TikTok Digemari di Tengah Pandemi?

Analytics Performance yang Sulit Dilacak

Sistem analisis dalam aplikasi TikTok ini hanya tersedia selama jangka waktu 28 hari. Hal ini menandakan apabila sebuah bisnis memanfaatkan TikTok sebagai sarana marketing mereka, Anda harus melakukan pencatatan manual secara rutin dalam jangka waktu panjang.

Pasalnya, historical performance sangat penting untuk mengevaluasi seuatu strategi pemasaran, dan TikTok tidak bisa menyediakan itu untuk waktu yang panjang seperti layaknya google analytics. 

TikTok Sebagai Tren Sejenak

Pengguna TikTok selama beberapa tahun terakhir ini terutama ketika pandemi memang berkembang sangat cepat. Hal ini terjadi karena banyaknya orang yang berdiam diri di rumah dan membutuhkan hiburan. Sehingga pada akhirnya mereka mencari hiburan melalui berbagai platform media sosial, salah satunya adalah TikTok.

Namun, kepopuleran TikTok ini perlu dikhawatirkan. Apakah ini hanya berupa tren saja? Karena ada beberapa aplikasi sosial media yang tadinya sangat ramai, kini tidak lagi. Sebut saja Snapchat dan Vine yang menjadi bukti dari tidak kuatnya tren menghadapi persaingan dan minat konsumen sehingga aplikasi tersebut tidak berumur panjang.

 

Beberapa hal tersebut perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun masuk dan menjadikan TikTok sebagai media digital marketing produk Anda. Jika dirasa peluangnya bagus, maka memutuskan untuk berkecimpung di dalamnya juga merupakan pilihan yang bijak.

Bagaimana? Tertarik untuk lebih mengenal dan memanfaatkan TikTok sebagai media pemasaran bisnismu? Campus Digital punya berbagai pelatihan untuk meningkatkan skil digital marketing termasuk cara terjun ke TikTok, sehingga konsumen dapat mengenal produkmu. Tunggu apa lagi? Ayo bergabung bersama kami!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *