Impulse Buying: Kebiasaan Boros yang Harus Dihindari

Sifat Impulse Buying
pexels.com

Seringkali kita tagihan yang bengkak mengejutkan kita saat sedang asik melakukan belanja online. Promo-promo dan diskon yang begitu banyak tak jarang membuat kita kalap untuk checkout benda-benda yang tidak sesuai kebutuhan. Perilaku ini jika terjadi secara terus-menerus akan berujung kepada sifat impulse buying, loh! Apa sih impulse buying itu?

Impulse buying adalah kecenderungan untuk membeli suatu barang yang sebelumnya tidak sesuai kebutuhan atau rencana. Cara melihat apakah kamu telah terjebak dalam perilaku ini cukup mudah. Ciri dari impulse buying adalah ketika kamu melihat suatu barang, tanpa memikirkan kegunaan dan urgensinya, kamu akan membelinya saat itu juga. Pembelian tanpa pertimbangan matang ini dapat merusak finansial kamu secara perlahan-lahan, loh! Apalagi ketika kamu mengelola suatu bisnis, perilaku impulse buying akan membuat tata kelola uang di perusahaan menjadi berantakan.

Lalu, bagaimana cara menghindari sifat impulse buying?

  1. Membuat skala prioritas pembelian : Barang diskon dan barang promo memang seringkali memberikan ilusi dalam melakukan penghematan, tetapi memprioritaskan barang-barang yang lebih penting harus diutamakan. Jangan sampai kita lebih mementingkan untuk membeli barang karena terlihat lucu atau sedang trend saja.
  2. Kenali dan analisis ketersediaan budget: Optimasi budget dapat dilakukan dengan mengalokasikan uang untuk kebutuhan yang paling penting dan mendesak. Dengan begitu, uang tidak akan lari kepada hal-hal yang tidak perlu.
  3. Stop isi saldo e-wallet dengan berlebihan: seringkali masalah muncul akibat kebiasaan untuk membelanjakan e-money hingga saldo e-wallet kosong melompong. Oleh karena itu, isilah e-wallet sesuai dengan kebutuhan. Simpang uang dalam rekening yang tidak terhubung m-banking untuk menghindari kebiasaan boros.
  4. Hindari berbelanja saat suasana hati sedang tidak stabil. Berbelanja saat suasana hati terlalu senang atau terlalu sedih dapat memicu sifat boros. Dengan berdalih self-reward, tak jarang kita membeli sesuatu secara berlebihan. Begitu pula saat suasana hati sedang sedih, seringkali kita menjadikan self-healing dengan berbelanja menjadi penghibur diri.

Kebiasaan buruk itu bisa kamu hindari supaya tata kelola finansial menjadi lebih baik dan terhindar dari sifat boros. Dalam mengelola bisnis kamu, ada cara yang lebih mudah untuk mengatur budgeting, loh! Dengan akuntansionline.net, alur keluar masuk uang kamu dapat terpantau dengan teliti, tepat, dan cepat. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir lagi saat sedang berburu diskon ataupun berbelanja online.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *